Mei Lahir di Acara Open Mic
(25/10/07) - Tipsy aku, karena minuman yang Babam antar ke mejaku rupanya bukan sembarang Sprite. Dan di tengah sensasi mak-klinceng aku menyimak suara para performer dan pengunjung Asmara Art & Coffe Shop yang minat mengisi sesi open mic.
Segala kata berhamburan dari ampli yang gaungnya bikin mikir gimana ngatur jarak mulut ke mic.
Selasa malem ini jadi nostalgia buatku. Keinget Ngopinyastro. Mahasiswa/i dengan tingkat kegondrongan dan preferensi rokok masing-masing untel-untelan di Nologaten untuk berpuisi dan bermusik.
Tapi ada yang berubah dari caraku menghayati peristiwa open stage.
Di pertengahan "Puisi Lain", satu kesimpulan aku ambil: semua orang lagi capek jadi WNI, dan kepengin mengekspresikan kecapekan tersebut.
Aku terpantik untuk tampil lagi. Di pembukaan acara aku sudah melafal dua puisi (salah satunya "Melihat Api Bekerja" karya Aan Mansyur") dan menyanyi separo I'm Happy, Mama.
Tapi rasanya judul-judul itu belum gathuk dengan tema acara, yakni: "Words That Refuse to Die". Belum gathuk juga dengan kesimpulanku sendiri.
Yaudah, aku nyanyi lagi. Aku bawa lagu yang baru-baru ini selesai.
Namanya Mei.
Selamat datang di dunia, Mei. Maap, lahirnya dadakan dan impulsif.
Besok di UIN SUKA nyanyi lagi ya.
Comments
Post a Comment